BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkunganManusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
Menurut kaidah, para pemimpin atau manajer adalah manusia-manusia super lebih daripada yang lain, kuat, gigih, dan tahu segala sesuatu (White, Hudgson & Crainer, 1997). Para pemimpin juga merupakan manusia-manusia yang jumlahnya sedikit, namun perannya dalam organisasi merupakan penentu keberhasilan dan suksesnya tujuan yang hendak dicapai. Berangkat dari ide-ide pemikiran, visi para pemimpin ditentukan arah perjalanan suatu organisasi. Walaupun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dari tingkat kinerja organisasi, akan tetapi kenyataan membuktikan tanpa kehadiran pemimpin, suatu organisasi akan bersifat statis dan cenderung berjalan tanpa arah.
Dalam sejarah peradaban manusia, dikonstatir gerak hidup dan dinamika organisasi sedikit banyak tergantung pada sekelompok kecil manusia penyelenggara organisasi. Bahkan dapat dikatakan kemajuan umat manusia datangnya dari sejumlah kecil orang-orang istimewa yang tampil kedepan. Orang-orang ini adalah perintis, pelopor, ahli-ahli pikir, pencipta dan ahli organisasi. Sekelompok orang-orang istimewa inilah yang disebut pemimpin. Oleh karenanya kepemimpinan seorang merupakan kunci dari manajemen. Para pemimpin dalam menjalankan tugasnya tidak hanya bertanggung jawab kepada atasannya, pemilik, dan tercapainya tujuan organisasi, mereka juga bertanggung jawab terhadap masalah-masalah internal organisasi termasuk didalamnya tanggung jawab terhadap pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia. Secara eksternal, para pemimpin memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan atau akuntabilitas publik.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Sejarah timbulnya kepemimpinan, sejak nenek moyang dahulu kala, kerjasama dan saling melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradapan manusia. Kerjasama tersebut muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau kelompok-kelompok manusia dalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang kebuasan binatang dan menghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan bersama tersebut, terjadi kerjasama antar manusia dan mulai unsur-unsur kepemimpinan. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpin dari kelompok tersebut ialah orang-orang yang paling kuat dan pemberani, sehingga ada aturan yang disepakati secara bersama-sama misalnya seorang pemimpin harus lahir dari keturunan bangsawan, sehat, kuat, berani, ulet, pandai, mempunyai pengaruh dan lain-lain. Hingga sampai sekarang seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak ringan, karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok. sejalan dengan usaha untuk menumbuhkan komitmen organisasi dari diri karyawan. Sehingga pemimpin nantinya dapat meningkatkan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya serta dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih efektif Mengingat pentingnya masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan telah melakukan penelitian yang berjudul “Jejak Kepemimpinan Orang Tua / Orang Muda dilihat dari Perspektif Efisiensi Pelaksanaan Manajemen”
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep kepemimpinan yang di pimpin oleh pimpinan yang muda dan pemimpin yang tua ?
2. Bagaimana hasil kinerja kepemimpinan yang dipimpin oleh orang tua atau orang mudah ?
1.3 Tujuan dan manfaat penelitian
Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk :
Melatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
Agar mahasiswa lebih memahami, mendalami dan mengerti pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan yang dilakukan oleh orang tua dan orang muda.
memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang kepemimpinan baik itu pengertian kepemimpinan, jenis jenis kepemimpinan, tipe dan gaya kepemimpinan, syarat-syarat kepemimpinan dan ciri-ciri kepemimpinan yang baik itu seperti apa.
Memenuhi kewajiban mahasiswa AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN dalam tugas yang diberikan oleh dosen manajemen
1.3.1 Manfaat dari penelitian ini adalah:
Bagi organisasi, hasil penelitian ini merupakan sumber info yang berguna dalam upaya pengoptimalan perspektif efisiensi pelaksanaan manajemen kepada seluruh elemen organisasi.
Bagi pihak lain, hasil penelitian ini merupakan bahan info, teori dan implementasi dari pengaruh kepribadian, sikap, dan kepemimpinan terhadap pengoptimalan perspektif efisiensi pelaksanaan manajemen.
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk mengembangkan keilmuan dan praktek perilaku keorganisasian.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat melengkapi bahan penelitian selanjutnya dalam rangka menambah khasanah akademik sehingga berguna untuk pengembangan ilmu,
1.4 Metode penelitian
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode :
Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang digunakan dan kemampuan tertentu dari pihak peneliti. Penelitian lapangan biasa dilakukan untuk memutuskan ke arah mana penelitiannya berdasarkan konteks. Pada penelitian lapangan ini dilakukan dengan wawancara dan kuisioner mengenai kepemimpinan oarng tua dan orang muda.
Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan, merupakan suatu metode yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan dan landasan teoritis dalam menganalisa data dan permasalahan melalui karya tulis Karena itu Perpustakaan menjadi pusat informasi yang tidak pernah habisnya untuk digali, ditimba dan dikembangkan. Melalui perpustakaan seseorang dapat bertukar informasi dan saling memperoleh nilai tambah untuk perkembangan zaman. Jika demikian, maka tidak ada alasan lagi untuk mengatakan dan menempatkan perpustakaan menjadi suatu hal yang tidak penting untuk mendapatkan referensi tentang kepemimpinan tersebut.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan untuk menyusun paper ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab pendahulauan yang menguraiakan tentanga tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini membahas tentang landasan teori yang digunakan.
BAB III : KONDISI UMUM PERUSAHAAN
Membahas tentang kondisi umum perusahaan, dari mulai sejarah sampai dengan aktivitas yang dilakukan.
BAB IV : ANALISA DAN HASIL PENELITIAN
Bab ini membahas hasil penelitian yang diuraikan secara singkat dan jelas mengenai deskripsi objek penelitian, serta analisis data dan interpretasi hasil.
BAB V : PENUTUP
Bab ini menguraikan tentang simpulan penelitian dan saran yang diberikan terhadap perusahaan maupun penelitian lain.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian kepemimpinan
Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255). Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.
Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33). Pemimpin dalam pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
Kartini Kartono (1994 : 33). Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan
Secara sederhana, apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah seorang di antara mereka “mengajak” teman-temannya untuk melakukan sesuatu (Apakah: nonton film, bermain sepak bola, dan lain-lain). Pada pengertian yang sederhana orang tersebut telah melakukan “kegiatan memimpin”, karena ada unsur “mengajak” dan mengkoordinasi, ada teman dan ada kegiatan dan sasarannya. Tetapi, dalam merumuskan batasan atau definisi kepemimpinan ternyata bukan merupakan hal yang mudah dan banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang kepemimpinan yang tentu saja menurut sudut pandangnya masing-masing. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
1) Koontz dan O’donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.
2). Wexley dan Yuki (1977), kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.
3). Georger R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.
4). Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang.
Dari keempat definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandang yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari 2 keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya
Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. Seorang pemimpin haruslah seorang yang selalu bergerak cepat dalam segala hal dan mempunyai mobilitas tinggi dalam berpikir dan bertingkah laku sehingga bawahan akan yakin akan keberhasilan suatu lembaga atau perusahaan. Dalam bekerja seorang pemimpin yang cerdas pastinya selalu berangkat paling awal dan pulang paling akhir karena seorang pemimpin adalah background cara pikir lembaga atau suatu perusahaan. Kerja keras pasti karena sesuatu untuk mengerakkan lembaga atau perusahaan yang bisa maju dan berkembang dibutuhkan pemikiran dan tenaga yang all out.
JENIS JENIS KEPEMIMPINAN
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ada tiga jenis gaya kepemimpinan yaitu :
2.2.1 Gaya Kepemimpinan Otoriter
Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
Kelebihan gaya kepemimpinan otoriter:
Seorang pemimpin otoriter biasanya bersifat pekerja keras dan memiliki disiplin tinggi.
Penentuan keputusan lebih cepat karena tidak menggunakan musyawarah atau diskusi.
Kekurangan gaya kepemimpinan otoriter:
Bawahan tidak memiliki kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau ide-ide baru.
Kurangnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan.
Bawahan kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
2.2.2 Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Kelebihan Gaya Kepemimpinan Demokratis :
Memberikan kebebasan yang besar kapada kelompok untuk mengadakan kontrol terhadap supervisor.
Merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
Produktivitas lebih tinggi dari apa yg diinginkan manajemen dg cat bila situasi memungkinkan.
Pemimpin & bawahan dapat saling mengenal & mengerti lebih dalam tentang hubungan kemanusiaan. Bawahan dapat membantu pemimpin dalam menghadapi persoalan, jadi dapat saling mengisi kekurangan dan dapat saling mengisi.
Kelemahan Gaya Kepemimpinan Demokratis :
Banyak membutuhkan komunikasi dan koordinasi.
Membutuhkan waktu yang relatif lama dalam mengambil keputusan
Memberikan persyaratan tingkat “skilled” (kepandaian) yang relatif tinggi bagi pemimpin.
Dibutuhkan adanya toleransi yg besar kpd kedua belah pihak karena jika tidak dapat menimbulkan kesalah pahaman.
2.2.3. Gaya Kepemimpinan Bebas
Pemimpin yang bertipe demikian, segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya, untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif, semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya, sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.
Ciri-ciri gaya kepemimpinan bebas :
- Pendegasian wewenang terjadi secara ekstensif
- Pengambilan keputusan diserahkan kepada pimpinan yang lebih rendah
- Status quo organisasional tidak terganggu
- Pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada anggota organisasi
- Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimal
Gaya kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoriter, meskipun tidak sama atau bukan kepemimpinan demokratis pada titik ekstrimya yang paling rendah. Kepemimpinn dijalankan tanpa memimpin atau tanpa berbuat sesuatu dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku anggota organisasinya.
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari tipe kepemimpinan bebas ini diantaranya adalah:
a. Kelebihan gaya kepemimpinan bebas :
Ada kemungkinan bawahan dapat mengembangkan kemampuannya, daya kreativitasnya untuk memikirkan dan memecahkahkan serta mengembangkan rasa tanggung jawab.
Bawahan lebih bebas untuk menunjukkan persoalan yang dianggap penting sehingga proses penyelesaianya lebih cepat.
b. Kelemahan gaya kepemimpinan bebas :
Bila bawahan terlalu bebas tanpa pengawasan, terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku dari bawahan serta mengakibatkan salah tindak dan memaka bayak waktu bila bawahan kurang pengalaman.
Pemimpin sering sibuk sendiri denga tugas-tugas dan terpisah dari bawahan.
Kelompok dapat mengkambing hitamkan sesuatu, kurang stabil, frustasi dan merasa kurang aman.
Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas, bahwa pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis, demokratis, dan bebas, banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macam organisasi, yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahan, atau dari atasan yang lebih tinggi, posisinya, yang pada akhirnya gaya atau tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin, terutama dalam bidang pendidikan benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional
2.3. TERBENTUKNYA SEORANG PEMIMPIN
Sejak Lahir
Seorang pemimpin yang tangguh lahir dari sejumlah bentukan pengalaman hidup, berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Ia juga muncul bukan hanya karena bakat yang menaunginya, tetapi juga olah rasa kebulatan tekad. Pemimpin hebat bukan lahir dari keturunan yang hebat, tetapi kemampuan untuk terus belajar dan belajar.
Keturunan
Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentunya seorang pemimpin adalah faktor ketururan yang merupakan pembawaan sejak lahir atau berdasarkan keturunan dari keluarga tersebut. seseorang akan menjadi pemimpin karena “keturunan” atau ia telah dilahirkan dengan “membawa bakat” kepemimpinan. Teori keturunan ini, dapat saja terjadi, karena seseorang dilahirkan telah “memiliki potensi” termasuk “memiliki potensi atau bakat” untuk memimpin dan inilah yang disebut dengan faktor “dasar”. Dalam realitas, teori keturunan ini biasanya dapat terjadi di kalangan bangsawan atau keturunan raja-raja, karena orang tuanya menjadi raja maka seorang anak yang lahir dalam keturunan tersebut akan diangkan menjadi raja
Karismatik
Tipe karismatik mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan. bahwa kepemimpinan kharismatik didasarkan atas prilaku dan penerimaan dari pengikutnya sebagai pemimpin yang kharismatik. ada lima dimensi prilaku yang harus dimiliki seorang pemimpin kharismatik, yaitu : peduli terhadap konsteks lingkungannya, memiliki strategi dan artikulasi visi, peduli terhadap kebutuhan pengikutnya, memiliki personal risk, serta memiliki prilaku yang tidak konvensional.
2.3. 4 Pemufakatan
Pemimpin dipilih berdasarkan kesepakatan yang dihasilkan setelah melakukan proses pembahasan dan perundingan bersama. Dilakukan sebagai cara untuk menghindari pemungutan suara yang menghasilkan kelompok minoritas dan mayoritas.
Kompetensi
pemimpin kompeten adalah pemimpin yang pempunyai kompetensi, keahlian, kecedasan dalam segala bidang, pemimpin yang kompeten juga terlihat dari perilaku, sikap, dan kebiasaan yang muncul dari atau merupakan ekspresi diri yang melibatkan perpaduan/pertauatan tiga unsur penting, yakni karakter, pengetahuan, serta kecakapan/keahlian/keterampilan dari pemimpin.
BAB III
KONDISI UMUM PERUSAHAAN
3.1 SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Percetakan (printing) dan foto copy merupakan teknologi atau seni yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar atau buku-buku di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya, milyaran bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat
kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, dan bahan kain. Ini
karena hasil percetakan dapat dengan cepat mengomunikasikan pemikiran dan
informasi ke jutaan orang. Percetakan dianggap sebagai salah satu penemuan yang
paling penting dan berpengaruh di dalam sejarah peradaban manusia.
Sejak pertengahan 1400-an hingga awal 1900-an, percetakan dan foto copy merupakan satusatunya bentuk komunikasi massa. Pendidikan bergantung pada ketersedian bahan bacaan, bahkan setelah penemuan-penemuan seperti radio, televisi, dan gambar bergerak, hasil percetakan tetap menjadi sumber informasi utama bagi dunia.
Pada masa sekarang ini, percetakan merupakan industri penting di setiap negara di dunia .
Perkembangan ilmu dan teknologi semakin cepat kemajuannya, sehingga pada
saat ini industri percetakan dan mesin foto copy sudah semakin komplit dan modern. Perusahaan percetakan di Indonesia berkembang dengan pesat, baik dalam skala besar, menengah maupun skala kecil. Perkembangan ini juga terjadi di Kota kota yang terdapat di Indonesia termasuk Jakarta. berbagai perusahaan percetakan dalam jumlah yang cukup banyak. Perkembangan
jumlah per
usahaan percetakan tersebut mengakibatkan semakin tingginya persaingan usaha di bidang tersebut.
PD. AGUNG merupakan salah satu perusahaan percetakan yang telah
beroperasi jakarta Barat. banyak perusahaan lain yang juga beroperasi di sekitar perusahaan ini, yaitu beberapa percetakan yang sejenis, rental internet, minimarket, dan toko-toko lainnya.
PD. AGUNG hanya melakukan kegiatan produksi seperti sablon,
penjilidan sederhana dan ketik manual pada awalnya, tetapi seiring dengan
berjalannya waktu, maka permintaan pelanggan semakin komplit sehingga
perusahaan ini pun meningkatkan layanannya dan berupaya mengikuti tren teknologi
percetakan dengan menyediakan mesin foto-copy, mesin cetak offset, laminating, alat untuk menjilid ring, jilid lux, komputer, print warna dan mesin scanner serta
kelengkapan percetakan lainnya.
Adapun kendala yang dihadapi oleh PD. AGUNG berkenaan dengan lokasi adalah perusahaan ini hanya memiliki tempat parkir yang sempit sekali karena letaknya di pinggir jalan yang ramai dilalui oleh kendaraan. Sehingga konsumen kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya ketika hendak mengunjungi perusahaan ini.
Kendala lain yang dihadapi oleh PD. AGUNG dalam hal produk adalah
sulitnya perusahaan untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk. Teknologi yang sangat cepat berkembang mengakibatkan perusahaan sangat sulit mengikuti trenterbaru dalam percetakan untuk pembaruan mesin-mesin yang dapat menghasilkan produk-produk yang lebih inovatif. Kendala ini disebabkan karena sangat tingginya harga mesin-mesin modern untuk kelengkapan percetakan serta sulitnya menemukan operator handal yang memiliki komitmen dan loyal untuk menjalankan mesin-mesin modern tersebut.
Salah satu contoh permintaan konsumen akan tren terbaru dalam percetakan
adalah permintaan akan layanan mesin GTO, mesin GTO adalah mesin yang mampu menghasilkan cetakan full colour dalam partai besar. PD. AGUNG belum mampu untuk menyediakan mesin tersebut karena harga mesin GTO sangat mahal dan sulitnya menemukan operator handal untuk menjalankan mesin tersebut. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan bisnis percetakan, pelayanan pada pelanggan sangat penting diperhatikan dalam meningkatkan daya saing perusahaan jasa. Pelayanan pada pelanggan adalah berbagai kemudahan yang diberikan oleh perusahaan terhadap konsumennya, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Berbagai pelayanan pada pelanggan yang disediakan oleh percetakan PD. AGUNG diantaranya adalah mushola, kamar mandi, ruang tunggu yang nyaman yang dilengkapi dengan kursi, meja, televisi, kipas angin, dan ketersediaan penjualan minuman ringan, alat tulis dan kebutuhan kantor yang memadai. Pada perusahaan selain pelayanan pada pelanggan dalam bentuk fisik, juga dibutuhkan pelayanan non fisik, yaitu kemampuan berkomunikasi dari setiap karyawan yang bertugas. Kemampuan berkomunikasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah bagaimana karyawan tersebut membantu setiap pembeli yang datang berkunjung, sehingga memudahkan pembeli dalam mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya. Selain itu, karyawan juga harus memiliki sikap empati, ramah dan sopan, serta dapat memberikan pelayanan dengan cepat kepada setiap pengunjung.
Dalam hal pelayanan pada pelanggan, memiliki beragam
permasalahan, di mana saat ini masih terdapat karyawan yang kurang ramah kepada konsumen dan karyawan yang bekerja dengan baik hanya ketika diawasi saja. Selain itu, kurangnya respon karyawan terhadap para pengunjung yang datang, hal ini diakibatkan karena kurang memadainya jumlah karyawan yang melayani di dalam toko dengan jumlah pengunjung yang datang. Sehingga mengakibatkan pengunjung tersebut memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dilayani.
PD. AGUNG sebagai salah satu dari banyak percetakan di Jakarta
yang harus menghadapi dinamika persaingan yang ketat dengan percetakan lainnya. Dengan semakin meningkatnya persaingan, maka semakin penting peranan lokasi,produk dan pelayanan pada pelanggan dalam memasarkan barang atau jasa yang diperdagangkan. Lokasi yang strategis akan menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian. Sedangkan menjaga kualitas produk dan pelayanan pada pelanggan merupakan bagian dari pemasaran sebagai alat untuk membangun loyalitas konsumen dan turut menentukan suksesnya suatu perusahaan agar dapat bertahan, bersaing serta menguasai pasar.
Di awali pada tahun 1990 dari seorang teknisi service mesin fotocopy yang tekun dengan membuka copy center dan juga sebagai salesman fotocopy dari PD.JATI PERKASA. 8 tahun kemudian beliau berinisiatif membuka usaha berdagang mesin fotocopy di kabupaten Nganjuk. Selain itu beliau juga bekerjasama dengan Grace Explod Surabaya untuk melebarkan pemasaran bisnis fotocopynya.
Dengan tetap bertekad sukses adalah hak saya serta dapat anugerah dari Yang Maha Kuasa akhirnya Bapak Bambang Gunawan dapat bangkit dan mendirikan usaha sendiri pada awal 1992 dengan nama PD. AGUNG yang berada di Jl.Dr. susilo Raya, Grogol, Jakarta Barat. dan hingga kini kami sudah hampir memberikan pelayan diseluruh .wilayah Jakarta Barat, dengan pelayan prima dan kualitas yang bergaransi. Sejarah panjang salah satu media cetak tidak luput dari sebuah nama besar, dimana masyarakat mengetahui dan mengenal dengan dekat suatu badan usaha media cetak tersebut.
Pria kelahiran 26 September 1964 ini adalah tipikal orang yang mau bekerja keras, selalu belajar dan tidak pernah putus asa serta berani menerima tantangan. Dengan dipercaya sebagai sekretaris jendral papameco dengan tanggung jawab yang besar untuk menghadapi tantangan kedepan. Semoga papameco bisa menjadi komunitas pengusaha fotocopy seluruh Jakarta Barat pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Yang mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya dan bisa berkontribusi untuk membangun negara kesatuan Indonesia. Beliau juga berinisiatif mendirikan koperasi yang beranggotakan copy centre sewilayah Jakarta.
Visi perusahaan
Menjadi Perusahaan percetakan yang beridentitas profesional dalam setiap aspek usaha sehingga menjadi andalan para pengguna jasa percetakan dan impian berkarier bagi para karyawan.
Menjadi perusahaan di bidang percetakan dan teknologi yang selalu berinovasi demi kepuasan pelangga
Misi perusahaan
Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan terus meningkatkan kualitas, produksi serta ketepatan waktu pengiriman dan pelayanan maksimal
Meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerja sama di dalam mewujudkan misi perusahaan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Mengelola jalannya perusahaan dengan prinsip pada kejujuran, keterbukaan dan rasa tanggung jawab.
Menjalin kerja sama yang erat dengan mitra bisnis yang saling menguntungkan serta selalu berusaha menjaga kepercayaan yang telah diberikan
Fungsi Sosial Ekonomi Terhadap Masyarakat
3.2.1 Fungsi sosial
Mendirikan mushola atau tempat beribadah untuk karyawan dan masyarakat sekitar
Memberikan ilmu dan teknologi kepada masyarakat yang kuurang tau
Mengadakan kegiatan – kegiatan sosial
Fungsi ekonomi
Sebagai pengguna faktor produksi
Menyediakan bahan cetak kualitas tinggi.
Menyediakan alat cetak dan pencetak kualitas tinggi.
Memiliki desainer yang mumpuni dalam bidangnya.
Memberikan pelayanan yang ramah terhadap konsumen.
Untuk membayar pajak kepada pemerintah sebagai bukti partisipasinya terhadap pembangunan.
membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan kerja.
meningkatkan kesejahteraan karyawan
dan membangun berbagai fasilitas ekonomi
Menejemen Dan Organisasi
3.3.1 Menejemen
Manajemen yang digunakan dalam perusahaan ini adalah manajemen gaya “Jepang” yakni Dalam mempelajari manajemen Jepang tidak boleh tidak membutuhkan pengertian yang cermat terhadap dimensi dan konsep kerja masyarakat Jepang. Manajemen orang Jepang memberikan tekanan kepada para pekerja sebagai modal utama dan terpenting dalam perusahaan. Dalam konteks ini manajer-manajer Jepang menggunakan sistem seumur hidup bagi para pekerja.manajemen gaya Jepang terkenal dengan kerja kerasnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh lahannya yang relatif jarang, penduduknya yang banyak dan padat, memiliki cuaca yang buruk, dan tidak mempunyai sumberdaya alam. Manajemen gaya Jepang juga menghubungkan etika kerja mereka dengan kepercayaan agamanya. bahwa melalui kerja dan kreasi mereka akan mencapai kesempurnaan pemabangunan watak. Oleh karena itu, manajeman gaya Jepang pekerjaannya mempunyai nilai dan memberikan arti yang mendalam bagi kehidupan mereka.
Aspek lain dari masyarakat manajemen Jepang berkaitan dengan etos kerja adalah latar belakang sejarah mereka dan menanamkan dalam diri orang Jepang pentingnya kerja keras. Mereka memberikan penghargaan yang tinggi terhadap aktivitas fisik ketimbang kebangggaan intelektual.
Karakateristik management sistem Jepang yang menyolok dan merupakan pelajaran yang berharga adalah harmonisnya hubungan antara para pekerja dan manajemen, manageman gaya Jepang tidak mengenal perbedaan kelas yang kuat. Secara ekonomi, mayoritas menganggap diri mereka sebagai kelompok berpendapatan menengah atau menengah atas. Ada beberapa keuntungan mengunakan sistem tersebut di atas untuk meningkatkan semangat kerja tim bagi perusahaan terutama dalam menciptakan basis yang kuat. Kebutuhan spiritual sama pentingnya dengan kebutuhan material. Ini adalah keseimbangan dua faktor yang telah membuat para pekerja Jepang mempunyai produktivitas yang tinggi. Perhatian terhadap faktor manusia dan semua yang terkait dengannya seperti budaya, sejarah dan agama sebagai satu unit produksi dalam manajemen orang Jepang telah menyebabkan perhatian dunia. Melalui pendekatan terhadap manajemen, negara-negara lain mulai sadar bahwa mereka tidak memberikan perhatian yang cukup kepada berbagai pandangan akan kebutuhan manusia. banyak orang di luar Jepang yang terkagum-kagum akan sistem manajemen gaya Jepang yang membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Ekonomi berkembang baik sehingga tingkat kesejahteraan hidup meningkat, rakyat pun menikmati hasil pembangunan negaranya. Perusahaan-perusahaan berkembang marak, baik yang berskala besar maupun yang kecil. Sebenarnya, apa yang menjadi pilar atau tonggak pokok dari manajemen gaya Jepang? Ada tiga pilar, yaitu sistem kerja seumur hidup di sebuah perusahaan saja, kesenioran, dan serikat pekerja berdasarkan perusahaan. Salah satu dimensi manajemen Jepang yang juga merupakan keuntungan bagi para manajer adalah bagaimana pendekatan mereka terhadap gejala seperti ketidakjelasan, ketidakpastian, ketidaksempurnaan dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Jepang di PD. AGUNG disesuaikan dengan situasi di dalam perusahaan. Dengan menggunakan teori Kebergantungan dari Fiedler keefektifan pimpinan Jepang sangat bergantung pada hubungan-hubungan dalam gaya kepemimpinan dan situasi yang dihadapi di dalam perusahaan. Gaya kepemimpinan telah menyesuaikan budaya-budaya yang ada di dalam perusahaan sehingga hubungan atasan-bawahan, struktur tugas serta kedudukan/kekuasaan dapat berjalan dengan baik.
Ada 5 aspek kepemimpinan gaya jepang :
Pembuatan keputusan berdasarkan konsesus
Memaksimalkan pengembangan sumber daya manusia
Pengakuan karyawan sebagai akhli
Manajemen by wandering around
Fokus pada hasil kerja jangka panjang
3.3.2. Struktur organisasi
Uraian Tugas dan Wewenang serta Tanggung Jawab
1. Direktur
a. Merupakan pemilik perusahaan dan pemilik modal
b. Bertanggung jawab penuh atas perusahaan
2. Manager Operasional
a. Mengatur kegiatan operasional pabrik
b. Memberi perintah produksi
c. Melakukan pemesanan bahan baku
d. Bertanggung jawab atas bahan baku yang diterima dan dikeluarkan
e. Menerima pembayaran pada transaksi perjualan tunai
f. Menyerahkan pembayaran tunai kepada bagian keuangan.
3. Keuangan
a. Melakukan pencatatan untuk kas keluar dan kas masuk
b. Bertanggung jawab atas penggunaan dana perusahaan seperti
pembelian bahan baku, gaji karyawan dan biaya lainnya.
c. Melakukan penagihan atas semua pituang dagang berdasarkan tanda
terima.
d. Melakukan pengecekan terhadap piutang dagang
e. Membuat laporan pemasukan dan pengeluaran kas serta
melaporkannya kepada direktur.
4. Operator mesin cetak
a. Mengatur kalibrasi warna
b. Mengatur operasi-operasi mesin cetak
c. Melakukan maintenance terhadap mesin
5. Operator mesin ekspose
a. Mengatur operasi mesin ekspose
b. Melakukan maintenance terhadap mesin
6. Operator mesin potong
a. Mengatur operasi mesin potong
b. Melakukan maintenance terhadap mesin
7. Kenek mesin cetak
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Mengecek hasil produk jadi.
8. Kenek mesin expose
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Mengecek hasil hasil ekspose.
d. Mencelupkan ekspose ke cairan developer
e. Mengeringkan ekspose
9. Kenek mesin potong
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Memasukan dan mengeluarkan kertas
d. Mengecek hasil potongan.
10. Pengiriman
a. Mengirim barang sesuai dengan surat jalan kepada pelanggan
3.3.3 Aktifitas perusahaan
PD. Agung adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar atau buku-buku di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya, milyaran bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, dan bahan kain dalam usaha percetakan dan fotocopy memiliki beberapa product unggulan diantaranya adalah :
Foto copy
Atk
Banner
Sticker
Foto
Nota
Kwitansi
Sablon
Digital printing
Untuk menjaga kepuasan konsumen kami menjanjikan produk :
Tahan Lama
Harga Bersaing
Hasil Terbaik
Proses Cepat
KEGUNAAN PRODUK
NO. NAMA PRODUCT FUNGSI
1 Foto Copy & Atk Perlengkapan Perkantoran
2 Nota & Kwitansi Barang bukti jual bukti
3 Sticker & Baner Periklanan
4 Digital Printing Baligho & Periklanan
BAB IV
ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN
Praktek Kepemimpinan Perusahaan Tersebut
Dari hasil penelitian yang saya lakukan pada PD.AGUNG bahwa perusahaan tersebut cenderung pada Gaya Kepemimpinan orang tua, karena kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik.
Manajemen PD. AGUNG juga menganut pada sistem jepang, karena managemen sistem jepang telah menyesuaikan budaya-budaya yang ada di dalam perusahaan sehingga hubungan atasan-bawahan, struktur tugas serta kedudukan/kekuasaan dapat berjalan dengan baik.
Hasil Penelitian
Dari hasil penelitan yang saya lakukan pada PD. AGUNG menyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik. Karena orang tua lebih berpengalaman dari pada orang muda, bahwa pengalaman merupakan faktor yang penting dalam pengembangan kepemimpinan, walaupun tidak semua pengalaman dapat menjadi guru yang baik. Berdasar penelitian kunci utama pengembangan kepemimpinan adalah penilaian, tantangan, dan dukungan. Faktor keturunan ternyata hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi kepemimpinan seseorang, sebagian besar karena faktor pengalaman sesudah dewasa.
Banyak yang berpendapat bahwa sebuah organisasi akan efektif, apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Pendapat ini tidak salah seluruhnya, akan tetapi sebenarnya faktor kepemimpinan-lah yang mampu menggerakkan organisasi menjadi efektif, sementara para manajemen akan menjalankan tugasnya agar lebih efisien. Selama beberapa dekade, banyak orang yang menekankan manajemen karena lebih mudah diajarkan dibanding dengan kepemimpinan. Dengan menekankan pada aspek manajemen, banyak persoalan yang tidak terlacak dan akan menimbulkan arogansi. Hal tersebut menyebabkan transformasi organisasi menjadi semakin sulit.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki integritas (kepribadian), intelektual (pengetahuan), intelegensi (spiritual), skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi/hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.
Seorang pemimpin haruslah seorang yang selalu bergerak cepat dalam segala hal dan mempunyai mobilitas tinggi dalam berpikir dan bertingkah laku sehingga bawahan akan yakin akan keberhasilan suatu lembaga atau perusahaan. Dalam bekerja seorang pemimpin yang cerdas pastinya selalu berangkat paling awal dan pulang paling akhir karena seorang pemimpin adalah background cara pikir lembaga atau suatu perusahaan. Kerja keras pasti karena sesuatu untuk mengerakkan lembaga atau perusahaan yang bisa maju dan berkembang dibutuhkan pemikiran dan tenaga yang all out.
kesimpulnnya kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.
Tepat untuk disimpulkan juga bahwa pendekatan orang Jepang terhadap manajemen berdasarkan faktor manusia termasuk budayanya, sejarahnya, dan dimensi religius, nampaknya telah berhasil dan menguntungkan karena telah dibuktikan dari pengalaman orang Jepang sendiri.
Bahwa Gaya Kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik. Karena orang tua lebih berpengalaman dari pada orang muda, bahwa pengalaman merupakan faktor yang penting dalam pengembangan kepemimpinan, walaupun tidak semua pengalaman dapat menjadi guru yang baik. Berdasar penelitian kunci utama pengembangan kepemimpinan adalah penilaian, tantangan, dan dukungan. Faktor keturunan ternyata hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi kepemimpinan seseorang, sebagian besar karena faktor pengalaman sesudah dewasa.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.
Pada perusahaan PD. AGUNG seharusnya lebih menambah karyawan lagi di bagian Pemasarannya dan pelayanannya, agar dengan banyak pelayannya pengunjung tersebut tidak memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dilayani.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesame serta dengan lingkunganManusia adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi disbanding makhluk Tuhan lainnya. Manusia di anugerahi kemampuan untuk berpikir, kemampuan untuk memilah & memilih mana yang baik & mana yang buruk. Dengan kelebihan itulah manusia seharusnya mampu mengelola lingkungan dengan baik. Tidak hanya lingkungan yang perlu dikelola dengan baik, kehidupan social manusiapun perlu dikelola dengan baik. Untuk itulah dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sumber daya yang berjiwa pemimpin, paling tidak untuk memimpin dirinya sendiri. Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
Menurut kaidah, para pemimpin atau manajer adalah manusia-manusia super lebih daripada yang lain, kuat, gigih, dan tahu segala sesuatu (White, Hudgson & Crainer, 1997). Para pemimpin juga merupakan manusia-manusia yang jumlahnya sedikit, namun perannya dalam organisasi merupakan penentu keberhasilan dan suksesnya tujuan yang hendak dicapai. Berangkat dari ide-ide pemikiran, visi para pemimpin ditentukan arah perjalanan suatu organisasi. Walaupun bukan satu-satunya ukuran keberhasilan dari tingkat kinerja organisasi, akan tetapi kenyataan membuktikan tanpa kehadiran pemimpin, suatu organisasi akan bersifat statis dan cenderung berjalan tanpa arah.
Dalam sejarah peradaban manusia, dikonstatir gerak hidup dan dinamika organisasi sedikit banyak tergantung pada sekelompok kecil manusia penyelenggara organisasi. Bahkan dapat dikatakan kemajuan umat manusia datangnya dari sejumlah kecil orang-orang istimewa yang tampil kedepan. Orang-orang ini adalah perintis, pelopor, ahli-ahli pikir, pencipta dan ahli organisasi. Sekelompok orang-orang istimewa inilah yang disebut pemimpin. Oleh karenanya kepemimpinan seorang merupakan kunci dari manajemen. Para pemimpin dalam menjalankan tugasnya tidak hanya bertanggung jawab kepada atasannya, pemilik, dan tercapainya tujuan organisasi, mereka juga bertanggung jawab terhadap masalah-masalah internal organisasi termasuk didalamnya tanggung jawab terhadap pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia. Secara eksternal, para pemimpin memiliki tanggung jawab sosial kemasyarakatan atau akuntabilitas publik.
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Sejarah timbulnya kepemimpinan, sejak nenek moyang dahulu kala, kerjasama dan saling melindungi telah muncul bersama-sama dengan peradapan manusia. Kerjasama tersebut muncul pada tata kehidupan sosial masyarakat atau kelompok-kelompok manusia dalam rangka untuk mempertahankan hidupnya menentang kebuasan binatang dan menghadapi alam sekitarnya. Berangkat dari kebutuhan bersama tersebut, terjadi kerjasama antar manusia dan mulai unsur-unsur kepemimpinan. Orang yang ditunjuk sebagai pemimpin dari kelompok tersebut ialah orang-orang yang paling kuat dan pemberani, sehingga ada aturan yang disepakati secara bersama-sama misalnya seorang pemimpin harus lahir dari keturunan bangsawan, sehat, kuat, berani, ulet, pandai, mempunyai pengaruh dan lain-lain. Hingga sampai sekarang seorang pemimpin harus memiliki syarat-syarat yang tidak ringan, karena pemimpin sebagai ujung tombak kelompok. sejalan dengan usaha untuk menumbuhkan komitmen organisasi dari diri karyawan. Sehingga pemimpin nantinya dapat meningkatkan kepuasan karyawan terhadap pekerjaannya serta dapat meningkatkan kinerja karyawan dengan lebih efektif Mengingat pentingnya masalah tersebut, maka penulis tertarik untuk melakukan telah melakukan penelitian yang berjudul “Jejak Kepemimpinan Orang Tua / Orang Muda dilihat dari Perspektif Efisiensi Pelaksanaan Manajemen”
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana konsep kepemimpinan yang di pimpin oleh pimpinan yang muda dan pemimpin yang tua ?
2. Bagaimana hasil kinerja kepemimpinan yang dipimpin oleh orang tua atau orang mudah ?
1.3 Tujuan dan manfaat penelitian
Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk :
Melatih mahasiswa menyusun paper dalam upaya lebih meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas mahasiswa.
Agar mahasiswa lebih memahami, mendalami dan mengerti pokok bahasan khususnya tentang kepemimpinan yang dilakukan oleh orang tua dan orang muda.
memberikan pengetahuan kepada para pembaca tentang kepemimpinan baik itu pengertian kepemimpinan, jenis jenis kepemimpinan, tipe dan gaya kepemimpinan, syarat-syarat kepemimpinan dan ciri-ciri kepemimpinan yang baik itu seperti apa.
Memenuhi kewajiban mahasiswa AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN dalam tugas yang diberikan oleh dosen manajemen
1.3.1 Manfaat dari penelitian ini adalah:
Bagi organisasi, hasil penelitian ini merupakan sumber info yang berguna dalam upaya pengoptimalan perspektif efisiensi pelaksanaan manajemen kepada seluruh elemen organisasi.
Bagi pihak lain, hasil penelitian ini merupakan bahan info, teori dan implementasi dari pengaruh kepribadian, sikap, dan kepemimpinan terhadap pengoptimalan perspektif efisiensi pelaksanaan manajemen.
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk mengembangkan keilmuan dan praktek perilaku keorganisasian.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat melengkapi bahan penelitian selanjutnya dalam rangka menambah khasanah akademik sehingga berguna untuk pengembangan ilmu,
1.4 Metode penelitian
Dari banyak metode yang penulis ketahui, penulis menggunakan metode :
Penelitian Lapangan
Penelitian lapangan merupakan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif yang tidak memerlukan pengetahuan mendalam akan literatur yang digunakan dan kemampuan tertentu dari pihak peneliti. Penelitian lapangan biasa dilakukan untuk memutuskan ke arah mana penelitiannya berdasarkan konteks. Pada penelitian lapangan ini dilakukan dengan wawancara dan kuisioner mengenai kepemimpinan oarng tua dan orang muda.
Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan, merupakan suatu metode yang dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan dan landasan teoritis dalam menganalisa data dan permasalahan melalui karya tulis Karena itu Perpustakaan menjadi pusat informasi yang tidak pernah habisnya untuk digali, ditimba dan dikembangkan. Melalui perpustakaan seseorang dapat bertukar informasi dan saling memperoleh nilai tambah untuk perkembangan zaman. Jika demikian, maka tidak ada alasan lagi untuk mengatakan dan menempatkan perpustakaan menjadi suatu hal yang tidak penting untuk mendapatkan referensi tentang kepemimpinan tersebut.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang digunakan untuk menyusun paper ini adalah sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN
Bab pendahulauan yang menguraiakan tentanga tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian serta sistematika penulisan.
BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini membahas tentang landasan teori yang digunakan.
BAB III : KONDISI UMUM PERUSAHAAN
Membahas tentang kondisi umum perusahaan, dari mulai sejarah sampai dengan aktivitas yang dilakukan.
BAB IV : ANALISA DAN HASIL PENELITIAN
Bab ini membahas hasil penelitian yang diuraikan secara singkat dan jelas mengenai deskripsi objek penelitian, serta analisis data dan interpretasi hasil.
BAB V : PENUTUP
Bab ini menguraikan tentang simpulan penelitian dan saran yang diberikan terhadap perusahaan maupun penelitian lain.
BAB II
LANDASAN TEORI
Pengertian kepemimpinan
Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983: 255). Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.
Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono (1994: 33). Pemimpin dalam pengertian ialah seseorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan ekseptansi/penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.
Kartini Kartono (1994 : 33). Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kelebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan
Secara sederhana, apabila berkumpul tiga orang atau lebih kemudian salah seorang di antara mereka “mengajak” teman-temannya untuk melakukan sesuatu (Apakah: nonton film, bermain sepak bola, dan lain-lain). Pada pengertian yang sederhana orang tersebut telah melakukan “kegiatan memimpin”, karena ada unsur “mengajak” dan mengkoordinasi, ada teman dan ada kegiatan dan sasarannya. Tetapi, dalam merumuskan batasan atau definisi kepemimpinan ternyata bukan merupakan hal yang mudah dan banyak definisi yang dikemukakan para ahli tentang kepemimpinan yang tentu saja menurut sudut pandangnya masing-masing. Beberapa definisi yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
1) Koontz dan O’donnel, mendefinisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi sekelompok orang sehingga mau bekerja dengan sungguh-sungguh untuk meraih tujuan kelompoknya.
2). Wexley dan Yuki (1977), kepemimpinan mengandung arti mempengaruhi orang lain untuk lebih berusaha mengarahkan tenaga, dalam tugasnya atau merubah tingkah laku mereka.
3). Georger R. Terry, kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bersedia berusaha mencapai tujuan bersama.
4). Pendapat lain, kepemimpinan merupakan suatu proses dengan berbagai cara mempengaruhi orang atau sekelompok orang.
Dari keempat definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa sudut pandang yang dilihat oleh para ahli tersebut adalah kemampuan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan mempunyai kaitan yang erat dengan motivasi. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan seorang pemimpin dalam menggerakkan orang lain dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan, dan juga pimpinan itu dalam menciptakan motivasi dalam diri setiap orang bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau pun jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari 2 keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya
Pemimpin yang baik adalah seorang yang membantu mengembangkan orang lain, sehingga akhirnya mereka tidak lagi memerlukan pemimpinnya itu. Seorang pemimpin haruslah seorang yang selalu bergerak cepat dalam segala hal dan mempunyai mobilitas tinggi dalam berpikir dan bertingkah laku sehingga bawahan akan yakin akan keberhasilan suatu lembaga atau perusahaan. Dalam bekerja seorang pemimpin yang cerdas pastinya selalu berangkat paling awal dan pulang paling akhir karena seorang pemimpin adalah background cara pikir lembaga atau suatu perusahaan. Kerja keras pasti karena sesuatu untuk mengerakkan lembaga atau perusahaan yang bisa maju dan berkembang dibutuhkan pemikiran dan tenaga yang all out.
JENIS JENIS KEPEMIMPINAN
Gaya kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Ada tiga jenis gaya kepemimpinan yaitu :
2.2.1 Gaya Kepemimpinan Otoriter
Gaya kepemimpinan otoriter adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan tugas yang telah diberikan.
Pemimpin tipe otoriter mempunyai sifat sebagai berikut:
a. Pemimipin organisasi sebagai miliknnya
b. Pemimpin bertindak sebagai dictator
c. Cara menggerakkan bawahan dengan paksaan dan ancaman.
Kelebihan gaya kepemimpinan otoriter:
Seorang pemimpin otoriter biasanya bersifat pekerja keras dan memiliki disiplin tinggi.
Penentuan keputusan lebih cepat karena tidak menggunakan musyawarah atau diskusi.
Kekurangan gaya kepemimpinan otoriter:
Bawahan tidak memiliki kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau ide-ide baru.
Kurangnya komunikasi antara pimpinan dan bawahan.
Bawahan kurang dilibatkan dalam pengambilan keputusan.
2.2.2 Gaya Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.
Kelebihan Gaya Kepemimpinan Demokratis :
Memberikan kebebasan yang besar kapada kelompok untuk mengadakan kontrol terhadap supervisor.
Merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan pekerjaan.
Produktivitas lebih tinggi dari apa yg diinginkan manajemen dg cat bila situasi memungkinkan.
Pemimpin & bawahan dapat saling mengenal & mengerti lebih dalam tentang hubungan kemanusiaan. Bawahan dapat membantu pemimpin dalam menghadapi persoalan, jadi dapat saling mengisi kekurangan dan dapat saling mengisi.
Kelemahan Gaya Kepemimpinan Demokratis :
Banyak membutuhkan komunikasi dan koordinasi.
Membutuhkan waktu yang relatif lama dalam mengambil keputusan
Memberikan persyaratan tingkat “skilled” (kepandaian) yang relatif tinggi bagi pemimpin.
Dibutuhkan adanya toleransi yg besar kpd kedua belah pihak karena jika tidak dapat menimbulkan kesalah pahaman.
2.2.3. Gaya Kepemimpinan Bebas
Pemimpin yang bertipe demikian, segera setelah tujuan diterangkan pada bawahannya, untuk menyerahkan sepenuhnya pada para bawahannya untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Ia hanya akan menerima laporan-laporan hasilnya dengan tidak terlampau turut campur tangan atau tidak terlalu mau ambil inisiatif, semua pekerjaan itu tergantung pada inisiatif dan prakarsa dari para bawahannya, sehingga dengan demikian dianggap cukup dapat memberikan kesempatan pada para bawahannya bekerja bebas tanpa kekangan.
Ciri-ciri gaya kepemimpinan bebas :
- Pendegasian wewenang terjadi secara ekstensif
- Pengambilan keputusan diserahkan kepada pimpinan yang lebih rendah
- Status quo organisasional tidak terganggu
- Pengembangan kemampuan berpikir dan bertindak yang inovatif dan kreatif diserahkan kepada anggota organisasi
- Intervensi pemimpin dalam perjalanan organisasi berada pada tingkat yang minimal
Gaya kepemimpinan ini merupakan kebalikan dari kepemimpinan otoriter, meskipun tidak sama atau bukan kepemimpinan demokratis pada titik ekstrimya yang paling rendah. Kepemimpinn dijalankan tanpa memimpin atau tanpa berbuat sesuatu dalam mempengaruhi pikiran, perasaan, sikap dan perilaku anggota organisasinya.
Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari tipe kepemimpinan bebas ini diantaranya adalah:
a. Kelebihan gaya kepemimpinan bebas :
Ada kemungkinan bawahan dapat mengembangkan kemampuannya, daya kreativitasnya untuk memikirkan dan memecahkahkan serta mengembangkan rasa tanggung jawab.
Bawahan lebih bebas untuk menunjukkan persoalan yang dianggap penting sehingga proses penyelesaianya lebih cepat.
b. Kelemahan gaya kepemimpinan bebas :
Bila bawahan terlalu bebas tanpa pengawasan, terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku dari bawahan serta mengakibatkan salah tindak dan memaka bayak waktu bila bawahan kurang pengalaman.
Pemimpin sering sibuk sendiri denga tugas-tugas dan terpisah dari bawahan.
Kelompok dapat mengkambing hitamkan sesuatu, kurang stabil, frustasi dan merasa kurang aman.
Berdasarkan dari pendapat tersebut di atas, bahwa pada kenyataannya tipe kepemimpinan yang otokratis, demokratis, dan bebas, banyak diterapkan oleh para pemimpinnya di dalam berbagai macam organisasi, yang salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Dengan melihat hal tersebut, maka pemimpin di bidang pendidikan diharapkan memiliki tipe kepemimpinan yang sesuai dengan harapan atau tujuan, baik itu harapan dari bawahan, atau dari atasan yang lebih tinggi, posisinya, yang pada akhirnya gaya atau tipe kepemimpinan yang dipakai oleh para pemimpin, terutama dalam bidang pendidikan benar-benar mencerminkan sebagai seorang pemimpinan yang profesional
2.3. TERBENTUKNYA SEORANG PEMIMPIN
Sejak Lahir
Seorang pemimpin yang tangguh lahir dari sejumlah bentukan pengalaman hidup, berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Ia juga muncul bukan hanya karena bakat yang menaunginya, tetapi juga olah rasa kebulatan tekad. Pemimpin hebat bukan lahir dari keturunan yang hebat, tetapi kemampuan untuk terus belajar dan belajar.
Keturunan
Salah satu faktor yang mempengaruhi terbentunya seorang pemimpin adalah faktor ketururan yang merupakan pembawaan sejak lahir atau berdasarkan keturunan dari keluarga tersebut. seseorang akan menjadi pemimpin karena “keturunan” atau ia telah dilahirkan dengan “membawa bakat” kepemimpinan. Teori keturunan ini, dapat saja terjadi, karena seseorang dilahirkan telah “memiliki potensi” termasuk “memiliki potensi atau bakat” untuk memimpin dan inilah yang disebut dengan faktor “dasar”. Dalam realitas, teori keturunan ini biasanya dapat terjadi di kalangan bangsawan atau keturunan raja-raja, karena orang tuanya menjadi raja maka seorang anak yang lahir dalam keturunan tersebut akan diangkan menjadi raja
Karismatik
Tipe karismatik mempunyai daya tarik dan pembawaan yang luar biasa, sehingga mereka mempunyai pengikut yang jumlahnya besar. Kesetiaan dan kepatuhan pengikutnya timbul dari kepercayaan terhadap pemimpin itu. Pemimpin dianggap mempunyai kemampuan yang diperoleh dari kekuatan. bahwa kepemimpinan kharismatik didasarkan atas prilaku dan penerimaan dari pengikutnya sebagai pemimpin yang kharismatik. ada lima dimensi prilaku yang harus dimiliki seorang pemimpin kharismatik, yaitu : peduli terhadap konsteks lingkungannya, memiliki strategi dan artikulasi visi, peduli terhadap kebutuhan pengikutnya, memiliki personal risk, serta memiliki prilaku yang tidak konvensional.
2.3. 4 Pemufakatan
Pemimpin dipilih berdasarkan kesepakatan yang dihasilkan setelah melakukan proses pembahasan dan perundingan bersama. Dilakukan sebagai cara untuk menghindari pemungutan suara yang menghasilkan kelompok minoritas dan mayoritas.
Kompetensi
pemimpin kompeten adalah pemimpin yang pempunyai kompetensi, keahlian, kecedasan dalam segala bidang, pemimpin yang kompeten juga terlihat dari perilaku, sikap, dan kebiasaan yang muncul dari atau merupakan ekspresi diri yang melibatkan perpaduan/pertauatan tiga unsur penting, yakni karakter, pengetahuan, serta kecakapan/keahlian/keterampilan dari pemimpin.
BAB III
KONDISI UMUM PERUSAHAAN
3.1 SEJARAH SINGKAT PERUSAHAAN
Percetakan (printing) dan foto copy merupakan teknologi atau seni yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar atau buku-buku di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya, milyaran bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat
kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, dan bahan kain. Ini
karena hasil percetakan dapat dengan cepat mengomunikasikan pemikiran dan
informasi ke jutaan orang. Percetakan dianggap sebagai salah satu penemuan yang
paling penting dan berpengaruh di dalam sejarah peradaban manusia.
Sejak pertengahan 1400-an hingga awal 1900-an, percetakan dan foto copy merupakan satusatunya bentuk komunikasi massa. Pendidikan bergantung pada ketersedian bahan bacaan, bahkan setelah penemuan-penemuan seperti radio, televisi, dan gambar bergerak, hasil percetakan tetap menjadi sumber informasi utama bagi dunia.
Pada masa sekarang ini, percetakan merupakan industri penting di setiap negara di dunia .
Perkembangan ilmu dan teknologi semakin cepat kemajuannya, sehingga pada
saat ini industri percetakan dan mesin foto copy sudah semakin komplit dan modern. Perusahaan percetakan di Indonesia berkembang dengan pesat, baik dalam skala besar, menengah maupun skala kecil. Perkembangan ini juga terjadi di Kota kota yang terdapat di Indonesia termasuk Jakarta. berbagai perusahaan percetakan dalam jumlah yang cukup banyak. Perkembangan
jumlah per
usahaan percetakan tersebut mengakibatkan semakin tingginya persaingan usaha di bidang tersebut.
PD. AGUNG merupakan salah satu perusahaan percetakan yang telah
beroperasi jakarta Barat. banyak perusahaan lain yang juga beroperasi di sekitar perusahaan ini, yaitu beberapa percetakan yang sejenis, rental internet, minimarket, dan toko-toko lainnya.
PD. AGUNG hanya melakukan kegiatan produksi seperti sablon,
penjilidan sederhana dan ketik manual pada awalnya, tetapi seiring dengan
berjalannya waktu, maka permintaan pelanggan semakin komplit sehingga
perusahaan ini pun meningkatkan layanannya dan berupaya mengikuti tren teknologi
percetakan dengan menyediakan mesin foto-copy, mesin cetak offset, laminating, alat untuk menjilid ring, jilid lux, komputer, print warna dan mesin scanner serta
kelengkapan percetakan lainnya.
Adapun kendala yang dihadapi oleh PD. AGUNG berkenaan dengan lokasi adalah perusahaan ini hanya memiliki tempat parkir yang sempit sekali karena letaknya di pinggir jalan yang ramai dilalui oleh kendaraan. Sehingga konsumen kesulitan untuk memarkirkan kendaraannya ketika hendak mengunjungi perusahaan ini.
Kendala lain yang dihadapi oleh PD. AGUNG dalam hal produk adalah
sulitnya perusahaan untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk. Teknologi yang sangat cepat berkembang mengakibatkan perusahaan sangat sulit mengikuti trenterbaru dalam percetakan untuk pembaruan mesin-mesin yang dapat menghasilkan produk-produk yang lebih inovatif. Kendala ini disebabkan karena sangat tingginya harga mesin-mesin modern untuk kelengkapan percetakan serta sulitnya menemukan operator handal yang memiliki komitmen dan loyal untuk menjalankan mesin-mesin modern tersebut.
Salah satu contoh permintaan konsumen akan tren terbaru dalam percetakan
adalah permintaan akan layanan mesin GTO, mesin GTO adalah mesin yang mampu menghasilkan cetakan full colour dalam partai besar. PD. AGUNG belum mampu untuk menyediakan mesin tersebut karena harga mesin GTO sangat mahal dan sulitnya menemukan operator handal untuk menjalankan mesin tersebut. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan bisnis percetakan, pelayanan pada pelanggan sangat penting diperhatikan dalam meningkatkan daya saing perusahaan jasa. Pelayanan pada pelanggan adalah berbagai kemudahan yang diberikan oleh perusahaan terhadap konsumennya, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Berbagai pelayanan pada pelanggan yang disediakan oleh percetakan PD. AGUNG diantaranya adalah mushola, kamar mandi, ruang tunggu yang nyaman yang dilengkapi dengan kursi, meja, televisi, kipas angin, dan ketersediaan penjualan minuman ringan, alat tulis dan kebutuhan kantor yang memadai. Pada perusahaan selain pelayanan pada pelanggan dalam bentuk fisik, juga dibutuhkan pelayanan non fisik, yaitu kemampuan berkomunikasi dari setiap karyawan yang bertugas. Kemampuan berkomunikasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah bagaimana karyawan tersebut membantu setiap pembeli yang datang berkunjung, sehingga memudahkan pembeli dalam mendapatkan pelayanan sesuai kebutuhannya. Selain itu, karyawan juga harus memiliki sikap empati, ramah dan sopan, serta dapat memberikan pelayanan dengan cepat kepada setiap pengunjung.
Dalam hal pelayanan pada pelanggan, memiliki beragam
permasalahan, di mana saat ini masih terdapat karyawan yang kurang ramah kepada konsumen dan karyawan yang bekerja dengan baik hanya ketika diawasi saja. Selain itu, kurangnya respon karyawan terhadap para pengunjung yang datang, hal ini diakibatkan karena kurang memadainya jumlah karyawan yang melayani di dalam toko dengan jumlah pengunjung yang datang. Sehingga mengakibatkan pengunjung tersebut memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dilayani.
PD. AGUNG sebagai salah satu dari banyak percetakan di Jakarta
yang harus menghadapi dinamika persaingan yang ketat dengan percetakan lainnya. Dengan semakin meningkatnya persaingan, maka semakin penting peranan lokasi,produk dan pelayanan pada pelanggan dalam memasarkan barang atau jasa yang diperdagangkan. Lokasi yang strategis akan menarik minat konsumen untuk melakukan pembelian. Sedangkan menjaga kualitas produk dan pelayanan pada pelanggan merupakan bagian dari pemasaran sebagai alat untuk membangun loyalitas konsumen dan turut menentukan suksesnya suatu perusahaan agar dapat bertahan, bersaing serta menguasai pasar.
Di awali pada tahun 1990 dari seorang teknisi service mesin fotocopy yang tekun dengan membuka copy center dan juga sebagai salesman fotocopy dari PD.JATI PERKASA. 8 tahun kemudian beliau berinisiatif membuka usaha berdagang mesin fotocopy di kabupaten Nganjuk. Selain itu beliau juga bekerjasama dengan Grace Explod Surabaya untuk melebarkan pemasaran bisnis fotocopynya.
Dengan tetap bertekad sukses adalah hak saya serta dapat anugerah dari Yang Maha Kuasa akhirnya Bapak Bambang Gunawan dapat bangkit dan mendirikan usaha sendiri pada awal 1992 dengan nama PD. AGUNG yang berada di Jl.Dr. susilo Raya, Grogol, Jakarta Barat. dan hingga kini kami sudah hampir memberikan pelayan diseluruh .wilayah Jakarta Barat, dengan pelayan prima dan kualitas yang bergaransi. Sejarah panjang salah satu media cetak tidak luput dari sebuah nama besar, dimana masyarakat mengetahui dan mengenal dengan dekat suatu badan usaha media cetak tersebut.
Pria kelahiran 26 September 1964 ini adalah tipikal orang yang mau bekerja keras, selalu belajar dan tidak pernah putus asa serta berani menerima tantangan. Dengan dipercaya sebagai sekretaris jendral papameco dengan tanggung jawab yang besar untuk menghadapi tantangan kedepan. Semoga papameco bisa menjadi komunitas pengusaha fotocopy seluruh Jakarta Barat pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Yang mampu meningkatkan taraf hidup anggotanya dan bisa berkontribusi untuk membangun negara kesatuan Indonesia. Beliau juga berinisiatif mendirikan koperasi yang beranggotakan copy centre sewilayah Jakarta.
Visi perusahaan
Menjadi Perusahaan percetakan yang beridentitas profesional dalam setiap aspek usaha sehingga menjadi andalan para pengguna jasa percetakan dan impian berkarier bagi para karyawan.
Menjadi perusahaan di bidang percetakan dan teknologi yang selalu berinovasi demi kepuasan pelangga
Misi perusahaan
Mengutamakan kepuasan pelanggan dengan terus meningkatkan kualitas, produksi serta ketepatan waktu pengiriman dan pelayanan maksimal
Meningkatkan rasa kekeluargaan dan kerja sama di dalam mewujudkan misi perusahaan untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan.
Mengelola jalannya perusahaan dengan prinsip pada kejujuran, keterbukaan dan rasa tanggung jawab.
Menjalin kerja sama yang erat dengan mitra bisnis yang saling menguntungkan serta selalu berusaha menjaga kepercayaan yang telah diberikan
Fungsi Sosial Ekonomi Terhadap Masyarakat
3.2.1 Fungsi sosial
Mendirikan mushola atau tempat beribadah untuk karyawan dan masyarakat sekitar
Memberikan ilmu dan teknologi kepada masyarakat yang kuurang tau
Mengadakan kegiatan – kegiatan sosial
Fungsi ekonomi
Sebagai pengguna faktor produksi
Menyediakan bahan cetak kualitas tinggi.
Menyediakan alat cetak dan pencetak kualitas tinggi.
Memiliki desainer yang mumpuni dalam bidangnya.
Memberikan pelayanan yang ramah terhadap konsumen.
Untuk membayar pajak kepada pemerintah sebagai bukti partisipasinya terhadap pembangunan.
membantu pemerintah dalam hal menyediakan lapangan kerja.
meningkatkan kesejahteraan karyawan
dan membangun berbagai fasilitas ekonomi
Menejemen Dan Organisasi
3.3.1 Menejemen
Manajemen yang digunakan dalam perusahaan ini adalah manajemen gaya “Jepang” yakni Dalam mempelajari manajemen Jepang tidak boleh tidak membutuhkan pengertian yang cermat terhadap dimensi dan konsep kerja masyarakat Jepang. Manajemen orang Jepang memberikan tekanan kepada para pekerja sebagai modal utama dan terpenting dalam perusahaan. Dalam konteks ini manajer-manajer Jepang menggunakan sistem seumur hidup bagi para pekerja.manajemen gaya Jepang terkenal dengan kerja kerasnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh lahannya yang relatif jarang, penduduknya yang banyak dan padat, memiliki cuaca yang buruk, dan tidak mempunyai sumberdaya alam. Manajemen gaya Jepang juga menghubungkan etika kerja mereka dengan kepercayaan agamanya. bahwa melalui kerja dan kreasi mereka akan mencapai kesempurnaan pemabangunan watak. Oleh karena itu, manajeman gaya Jepang pekerjaannya mempunyai nilai dan memberikan arti yang mendalam bagi kehidupan mereka.
Aspek lain dari masyarakat manajemen Jepang berkaitan dengan etos kerja adalah latar belakang sejarah mereka dan menanamkan dalam diri orang Jepang pentingnya kerja keras. Mereka memberikan penghargaan yang tinggi terhadap aktivitas fisik ketimbang kebangggaan intelektual.
Karakateristik management sistem Jepang yang menyolok dan merupakan pelajaran yang berharga adalah harmonisnya hubungan antara para pekerja dan manajemen, manageman gaya Jepang tidak mengenal perbedaan kelas yang kuat. Secara ekonomi, mayoritas menganggap diri mereka sebagai kelompok berpendapatan menengah atau menengah atas. Ada beberapa keuntungan mengunakan sistem tersebut di atas untuk meningkatkan semangat kerja tim bagi perusahaan terutama dalam menciptakan basis yang kuat. Kebutuhan spiritual sama pentingnya dengan kebutuhan material. Ini adalah keseimbangan dua faktor yang telah membuat para pekerja Jepang mempunyai produktivitas yang tinggi. Perhatian terhadap faktor manusia dan semua yang terkait dengannya seperti budaya, sejarah dan agama sebagai satu unit produksi dalam manajemen orang Jepang telah menyebabkan perhatian dunia. Melalui pendekatan terhadap manajemen, negara-negara lain mulai sadar bahwa mereka tidak memberikan perhatian yang cukup kepada berbagai pandangan akan kebutuhan manusia. banyak orang di luar Jepang yang terkagum-kagum akan sistem manajemen gaya Jepang yang membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Ekonomi berkembang baik sehingga tingkat kesejahteraan hidup meningkat, rakyat pun menikmati hasil pembangunan negaranya. Perusahaan-perusahaan berkembang marak, baik yang berskala besar maupun yang kecil. Sebenarnya, apa yang menjadi pilar atau tonggak pokok dari manajemen gaya Jepang? Ada tiga pilar, yaitu sistem kerja seumur hidup di sebuah perusahaan saja, kesenioran, dan serikat pekerja berdasarkan perusahaan. Salah satu dimensi manajemen Jepang yang juga merupakan keuntungan bagi para manajer adalah bagaimana pendekatan mereka terhadap gejala seperti ketidakjelasan, ketidakpastian, ketidaksempurnaan dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan Jepang di PD. AGUNG disesuaikan dengan situasi di dalam perusahaan. Dengan menggunakan teori Kebergantungan dari Fiedler keefektifan pimpinan Jepang sangat bergantung pada hubungan-hubungan dalam gaya kepemimpinan dan situasi yang dihadapi di dalam perusahaan. Gaya kepemimpinan telah menyesuaikan budaya-budaya yang ada di dalam perusahaan sehingga hubungan atasan-bawahan, struktur tugas serta kedudukan/kekuasaan dapat berjalan dengan baik.
Ada 5 aspek kepemimpinan gaya jepang :
Pembuatan keputusan berdasarkan konsesus
Memaksimalkan pengembangan sumber daya manusia
Pengakuan karyawan sebagai akhli
Manajemen by wandering around
Fokus pada hasil kerja jangka panjang
3.3.2. Struktur organisasi
Uraian Tugas dan Wewenang serta Tanggung Jawab
1. Direktur
a. Merupakan pemilik perusahaan dan pemilik modal
b. Bertanggung jawab penuh atas perusahaan
2. Manager Operasional
a. Mengatur kegiatan operasional pabrik
b. Memberi perintah produksi
c. Melakukan pemesanan bahan baku
d. Bertanggung jawab atas bahan baku yang diterima dan dikeluarkan
e. Menerima pembayaran pada transaksi perjualan tunai
f. Menyerahkan pembayaran tunai kepada bagian keuangan.
3. Keuangan
a. Melakukan pencatatan untuk kas keluar dan kas masuk
b. Bertanggung jawab atas penggunaan dana perusahaan seperti
pembelian bahan baku, gaji karyawan dan biaya lainnya.
c. Melakukan penagihan atas semua pituang dagang berdasarkan tanda
terima.
d. Melakukan pengecekan terhadap piutang dagang
e. Membuat laporan pemasukan dan pengeluaran kas serta
melaporkannya kepada direktur.
4. Operator mesin cetak
a. Mengatur kalibrasi warna
b. Mengatur operasi-operasi mesin cetak
c. Melakukan maintenance terhadap mesin
5. Operator mesin ekspose
a. Mengatur operasi mesin ekspose
b. Melakukan maintenance terhadap mesin
6. Operator mesin potong
a. Mengatur operasi mesin potong
b. Melakukan maintenance terhadap mesin
7. Kenek mesin cetak
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Mengecek hasil produk jadi.
8. Kenek mesin expose
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Mengecek hasil hasil ekspose.
d. Mencelupkan ekspose ke cairan developer
e. Mengeringkan ekspose
9. Kenek mesin potong
a. Membantu operator mesin
b. Melakukan pengepakan barang
c. Memasukan dan mengeluarkan kertas
d. Mengecek hasil potongan.
10. Pengiriman
a. Mengirim barang sesuai dengan surat jalan kepada pelanggan
3.3.3 Aktifitas perusahaan
PD. Agung adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa. memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar atau buku-buku di atas kertas, kain, dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya, milyaran bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, dan bahan kain dalam usaha percetakan dan fotocopy memiliki beberapa product unggulan diantaranya adalah :
Foto copy
Atk
Banner
Sticker
Foto
Nota
Kwitansi
Sablon
Digital printing
Untuk menjaga kepuasan konsumen kami menjanjikan produk :
Tahan Lama
Harga Bersaing
Hasil Terbaik
Proses Cepat
KEGUNAAN PRODUK
NO. NAMA PRODUCT FUNGSI
1 Foto Copy & Atk Perlengkapan Perkantoran
2 Nota & Kwitansi Barang bukti jual bukti
3 Sticker & Baner Periklanan
4 Digital Printing Baligho & Periklanan
BAB IV
ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN
Praktek Kepemimpinan Perusahaan Tersebut
Dari hasil penelitian yang saya lakukan pada PD.AGUNG bahwa perusahaan tersebut cenderung pada Gaya Kepemimpinan orang tua, karena kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik.
Manajemen PD. AGUNG juga menganut pada sistem jepang, karena managemen sistem jepang telah menyesuaikan budaya-budaya yang ada di dalam perusahaan sehingga hubungan atasan-bawahan, struktur tugas serta kedudukan/kekuasaan dapat berjalan dengan baik.
Hasil Penelitian
Dari hasil penelitan yang saya lakukan pada PD. AGUNG menyatakan bahwa Gaya Kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik. Karena orang tua lebih berpengalaman dari pada orang muda, bahwa pengalaman merupakan faktor yang penting dalam pengembangan kepemimpinan, walaupun tidak semua pengalaman dapat menjadi guru yang baik. Berdasar penelitian kunci utama pengembangan kepemimpinan adalah penilaian, tantangan, dan dukungan. Faktor keturunan ternyata hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi kepemimpinan seseorang, sebagian besar karena faktor pengalaman sesudah dewasa.
Banyak yang berpendapat bahwa sebuah organisasi akan efektif, apabila dikelola dengan manajemen yang baik. Pendapat ini tidak salah seluruhnya, akan tetapi sebenarnya faktor kepemimpinan-lah yang mampu menggerakkan organisasi menjadi efektif, sementara para manajemen akan menjalankan tugasnya agar lebih efisien. Selama beberapa dekade, banyak orang yang menekankan manajemen karena lebih mudah diajarkan dibanding dengan kepemimpinan. Dengan menekankan pada aspek manajemen, banyak persoalan yang tidak terlacak dan akan menimbulkan arogansi. Hal tersebut menyebabkan transformasi organisasi menjadi semakin sulit.
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain bawahan atau kelompok, memiliki kemampuan atau keahlian khusus dalam bidang yang diinginkan oleh kelompoknya, untuk mencapai tujuan organisasi atau kelompok.
untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.
Seorang pemimpin yang baik harus memiliki integritas (kepribadian), intelektual (pengetahuan), intelegensi (spiritual), skill atau kemampuan/keahlian, memiliki power atau dapat mempengaruhi orang lain, mau belajar, mendengar dan siap dikritik. Apabila ketujuh isi dari esensi/hakikat kepemimpinan tersebut telah dimiliki oleh seorang pemimpin maka pemimpin tersebut akan arif dan bijaksana.
Seorang pemimpin haruslah seorang yang selalu bergerak cepat dalam segala hal dan mempunyai mobilitas tinggi dalam berpikir dan bertingkah laku sehingga bawahan akan yakin akan keberhasilan suatu lembaga atau perusahaan. Dalam bekerja seorang pemimpin yang cerdas pastinya selalu berangkat paling awal dan pulang paling akhir karena seorang pemimpin adalah background cara pikir lembaga atau suatu perusahaan. Kerja keras pasti karena sesuatu untuk mengerakkan lembaga atau perusahaan yang bisa maju dan berkembang dibutuhkan pemikiran dan tenaga yang all out.
kesimpulnnya kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.
Tepat untuk disimpulkan juga bahwa pendekatan orang Jepang terhadap manajemen berdasarkan faktor manusia termasuk budayanya, sejarahnya, dan dimensi religius, nampaknya telah berhasil dan menguntungkan karena telah dibuktikan dari pengalaman orang Jepang sendiri.
Bahwa Gaya Kepemimpinan orang tua lebih baik daripada kepemimpinan orang muda dilihat dari perspektif pelaksanaan manajemen dapat diterima dengan baik. Karena orang tua lebih berpengalaman dari pada orang muda, bahwa pengalaman merupakan faktor yang penting dalam pengembangan kepemimpinan, walaupun tidak semua pengalaman dapat menjadi guru yang baik. Berdasar penelitian kunci utama pengembangan kepemimpinan adalah penilaian, tantangan, dan dukungan. Faktor keturunan ternyata hanya memberikan sumbangan yang kecil bagi kepemimpinan seseorang, sebagian besar karena faktor pengalaman sesudah dewasa.
Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya, tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain.
Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out).
SARAN
Sangat diperlukan sekali jiwa kepemimpinan pada setiap pribadi manusia. Jiwa kepemimpinan itu perlu selalu dipupuk dan dikembangkan. Paling tidak untuk memimpin diri sendiri.
Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.
Pada perusahaan PD. AGUNG seharusnya lebih menambah karyawan lagi di bagian Pemasarannya dan pelayanannya, agar dengan banyak pelayannya pengunjung tersebut tidak memutuskan untuk pergi karena merasa tidak dilayani.
0 komentar:
Posting Komentar